Senin, 18 Januari 2016

Ardian Tanu, 2tb02, tugas 4, arsitektur lingkungan

ARSITEKTUR BIOKLIMATIK

Definisi Arsitektur Bioklimatik

Arsitektur bioklimatik adalah suatu konsep terpadu pada rancangan bangunan dimanasistim struktur, ruang dan konstruksi bangunan tersebut dapat menjamin adanya kondisinyaman bagi penghuninya. Penggunaan perangkat elektro-mekanik dan energi tak terbarukan adalah seminimal mungkin, sebaliknya memaksimalkan pemanfaatan energidari alam sekitar bangunan tersebut.Dengan demikian, maka pendekatan bioklimatik pada desain arsitektur pada hakekatnya bertitik tolak dari dua hal fundamental untuk menentukan strategi desain yang responsif terhadap lingkungan global yaitu kondisikenyamanan manusia dan penggunaan energi secara pasif.
Arsitektur Bioklimatik juga dikatakan sebagai cabang dari arsitektur hijau (Green Architecture) yang diterapkan dalam kota dengan mengedepankan sistim alami bagikebutuhan ventilasi dan pencahayaan bangunan
Pendekatan desain arsitektur bioklimatik dengan demikian mengandung keandalansebagai salah satu tipe desain arsitektur yang hemat energi ditinjau dari penggunaanenergi saat pengoperasian bangunan yang bersangkutan. Sebagai bagian dari kelompok eko-arsitektur, maka tujuan dari arsitektur bioklimatik juga menghadirkan bangunan yangramah lingkungan, diantaranya turut berperan serta dalam meredam efek rumah kacapada lingkungan urban, misalnya melalui upaya pengurangan produksi gas CO2 dan CFCke atmosfer.Dalam praktek proses perancangan arsitektur bioklimatik, digunakanlah diagrambioklimatik sebagai bagian dari strategi teknik perancangan bangunan hemat energi.Kontrol akan variabel iklim dalam koridor kenyamanan termis dilakukan melaluipenggunaan diagram bioklimatik. Pada diagram tersebut tergambar area zona nyamantermis menurut fungsi waktu harian, untuk kondisi rencana di dalam ruang maupunkeadaan di ruang luarSejumlah negara, dalam rangka kebijaksanaan penghematan energi di berbagai sektor,telah menerapkan rancangan arsitektur dengan pendekatan bioklimatik sepertiCommerzbank di Frankfurt, NMB Bank Amsterdam, Audubon House di New York,Centre International Rogier di Brussels.Di Lingkungan berikim tropis lembab, penerapan desan arsitektur dengan pendekatanbioklimatik pada kasus bangunan tinggi, diantaranya adalah hasil karya Ken Yeang yaituMenara Mesiniaga setinggi 15 lantai di Kuala Lumpur yang mendapatkan Aga KhanAward of Architecture pada Tahun 1995 dan Arcasia Award pada Tahun 1996. Menurutperancangnya, Menara Mesiniaga ini mampu mencapai efisiensi hingga 80%.


Kenyamanan versus Hemat Energi
Dalam bidang perancangan arsitektur, jaminan terhadap pencapaian standar kenyamanan,keselamatan dan keamanan di dalam dan disekitar bangunan menjadi titik tolak kualitashasil rancangan. Berkaitan dengan aspek penghematan energi bangunan, jeniskenyamanan yang berhubungan adalah kenyamanan termis dan kenyamanan penerangan(pencahayaan). Dalam pandangan umum, untuk mencapai kenyamanan termis danpencahayaan yang memenuhi standar, seringkali kita dihadapkan pada kebutuhanpenggunaan perangkat pengkondisian udara mekanik (AC) dan lampu. Pemakaian ACdan lampu jelas dituntut memerlukan energi listrik yang cukup besar.Jadi dalam hal ini, tantangan terhadap pendekatan arsitektur bioklimatik adalah untuk mencapai optimasi hasil rancangan guna mendapatkan dua tujuan sekaligus yaitutercapainya standar kenyamanan bagi pemakai bangunan dan hemat energi.
Arsitektur Bioklimatik menghadapi Tuntutan Kenyamanan Penerangan
Kenyamanan penerangan bagi manusia mengandung arti tercapainya kecukupan kuatpenerangan, tidak silau dan kesesuaian warna yang terlihat. Jadi pada prinsipnyakenyamanan penerangan adalah bergantung pada angka kuat penerangan dari sumbercahaya dan komponen pendukungnya, posisi atau kedudukan dari sumber cahaya, sertaaspek pewarnaan dan material permukaan lingkungan. Kuat penerangan (dalam satuanLux) untuk berbagai jenis kegiatan (kebutuhan membaca, bekerja halus, bekerja kasar,menggambar, dll) telah diatur angka standarisasinya di Indonesia
            Pada penerapan sistim pasif yang mengandalkan sumber cahaya siang hari, besarnya kuatcahaya dalam ruang bersumber dari tiga komponen, yaitu komponen terang langit (yanglangsung masuk melalui bukaan), komponen pemantulan dalam ruang, dan komponanpemantulan dari ruang luar. Di iklim tropis, dimana terang langit dapat mencapai 10.000Lux, maka peran dari bukaan/jendela pada bidang selubung bangunan menjadi pentinguntuk mendapatkan kecukupan kuat cahaya yang masuk secara langsung ke dalamruangan, serta peran dari warna dinding bagian dalam yang menyumbangkan efek pemantulan cahaya dalam ruang, agar didapatkan kuat penerangan secara merata.Dalam konteks pencahayaan alami siang hari, dinding dan plafond ruang dalam yangdiberi warna mengarah ke warna putih, akan mampu menyumbangkan sampai sekitar20% dari total kuat cahaya dalam ruang. Sementara itu jenis permukaan dinding kayu(warna cokelat tua/agak gelap) sebagaimana terdapat pada tipe rumah tradisional, hanyamampu memberi kontribusi terang dalam ruang sebesar sekitar 5% saja
Apabilasumbangan dari pemantulan dalam ruang, tidak mencukupi untuk mencapai standarkenyaman penerangan, maka berdampak pada kebutuhan penambahan komponen lampu.Disini nampak terlihat bahwa tidak selamanya, tipe arsitektur tradisional adalah mewakili jenis bangunan hemat energi. Diperlukan suatu modifikasi desain pada rumah tradisionaldengan tetap berdasar pada konsep arsitektur bioklimatik agar tujuan konservasi energidapat tercapai.Pada sistim aktif, dimana diterapkan sistim penerangan buatan, maka sasarannya adalahpada penerapan jenis lampu yang memiliki spesifikasi luminasi dan daya listrik tertentu.Warna dan jenis permukaan dinding hanya berpengaruh secara signifikan terhadap kuatpenerangan dalam ruang apabila diterapkan teknik pencahayaan tidak langsung.Standarisasi terhadap sistim penerangan buatan, selain diarahkan pada kecukupan angkakuat penerangan, juga pada daya rata-rata/m2. Pada ruang-ruang hunian, misalnyadibatasi angka maksimum 15 W/m2Perkembangan teknologi lampu hemat energitentu saja disambut baik dalam kaitannya dengan pengembangan konsep arsitekturbioklimatik



Rabu, 13 Januari 2016

ARDIAN TANU, TUGAS 3 ARSITEKTUR LINGKUNGAN

                                               ARSITEKTUR BIOLOGIS          


PENGERTIAN ARSITEKTUR BIOLOGIS

Dalam arsitektur dikenal istilah arsitektur biologis, yaitu ilmu penghubung antaramanusia dan lingkungannya secara keseluruhan yang juga mempelajari pengetahuantentang hubungan integral antara manusia dan lingkungan hidup, dan merupakan arsitekturkemanusiaan yang memperhatikan kesehatan.Istilah arsitektur biologis diperkenalkan oleh beberapa ahli bangunan, antara lainProf. Mag.arch, Peter Schmid, Rudolf Doernach dan Ir. Heinz Frick. Sebenarnya, arsitekturbiologis bukan merupakan hal yang baru, sebab sejak ribuan tahun yang lalu nenek moyangkita telah menerapkan konsep dasar dari arsitektur biologis ini, yaitu dengan membangunrumah adat (tradisional) menggunakan bahan-bahan yang diambil dari alam sehingga tidakmencemari lingkungan dan mempertimbangkan rancang bagun yang dapat tahan dengansegala macam ancaman alam, seperti hewan buas dan bencana seperti banjir, longsor,gempa, dan lain-lain. Rumah adat yang berbentuk rumah panggung adalah contoh dariarsitektur biologis masyarakat Indonesia zaman dahulu. Pada peristiwa gempa di Padangtahun lalu, rumah adat ini terbukti lebih kokoh dibanding dengan rumah atau bangunan lain,karena bobotnya yang ringan, terbuat dari bambu dan kayu.Di era modern seperti sekarang, menggunakan arsitektur biologis bukan tidakmungkin, apalagi di saat kondisi bumi mengalami perubahan drastis yang disebabkanpemanasan global. Namun, tentu kita tidak harus membangun bangunan yang sama persisdengan rumah adat, karena kondisi lingkungan saat ini tidak lagi memungkinkan kita untukmembuatnya. Yang mungkin kita lakukan adalah dengan mencoba membuat rancangbangun rumah yang efisien akan sumber daya (seperti listrik) tanpa mengurangi kenyamanbagi penghuni rumah itu sendiri. Selain itu, pentingnya pendekatan ekologis seperti ramahlingkungan, ikut menjaga kelangsungan ekosistem, menggunakan energi yang efisien,memanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara efisien, menekananpenggunaan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan daur ulang dalam membangun lingkungan akan turut meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Hal ini menjadikonsep arsitektur biologis saat ini menjadi lebih kontemporer.

Arsitektur biologis akan mempergunakan teknologi alamiah untuk menetrasikeadaan kritis alam yang sudah mulai terancam, untuk meningkatkan kualitas kehidupanyaitu kerohanian, dan kualitas bangunan dengan bagian-bagian material. Bahan-bahanbangunan yang digunakan dalam mewujudkan arsitektur biologis adalah bahan-bahanbangunan dari alam, seperti kayu, bambu, rumbia, alang-alang dan ijuk.Perencanaan arsitektur biologis senantiasa memperhatikan konstruksi yang sesuaidengan tempat bangunan itu berada. Teknologinya sederhana, bentuk bangunannya punditentukan oleh rangkaian bahan bangunannya dan oleh fungsi menurut kebutuhan dasarpenghuni dengan cara membangunnya.Arsitektur tradisional merupakan contoh dari arsitektur biologis. Arsitektur inimencerminkan suatu cara kehidupan harmonis, asli, ritmis dan dinamis, terjalin antarakehidupan manusia dan lingkungan sekitar secara keseluruhan. Arsitektur tradisionaldibangun dengan cara yang sama dari generasi ke generasi berikutnya. Arsitektur ini cocokdengan iklim daerah setempat dan masing-masing suku bangsa di Indonesia rupanya telahmemiliki arsitektur tradisional.
 

ARSITEKTUR BIOLOGIS DAN PENERAPANNYA

Melalui konsep arsitektur biologis, para arsitek diajak memahami rumah sebagaisebuah bangunan organis, untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Kualitas bangunandengan bagian-bagian material dan rohani menentukan kualitas lingkungan hidup manusia.Bahan-bahan bangunan yang digunakan dalam mewujudkan arsitektur biologis adalahbahan-bahan bangunan dari alam. Bahan bangunan alam yang dapat dibudidayakan lagi,digunakan dalam arsitektur biologis, seperti kayu, bambu, rumbia, alang-alang dan ijuk.Bahan bangunan alamiah yang dapat digunakan lagi menjadi bangun alamiah yang dapatdigunakan lagi menjadi bangun arsitektural adalah tanah liat, tanah lempung dan batu alam.Sedangkan bahan bangunan alam yang diproses pabrik atau industri adalah batu artifisialyang dibakar (batu merah), genting flam, genting pres dan batu-batuan pres (batako).Perencanaan arsitektur biologis senantiasa memperhatikan konstruksi yang sesuaidengan tempat bangunan itu berada. Teknologinya sederhana, bentuk bangunannya punditentukan oleh fungsi menurut kebutuhan dasar penghuni dan cara membangunnya.Bentuk bangunan ditentukan oleh rangkaian bahan bangunannya. Konstruksi bangunanyang digunakan ada yang bersifat masif (konstrtuksi tanah, tanah liat dan lempung),berkotak (konstruksi batu alam dan batu-batu merah), serta konstruksi bangunan rangka(kayu dan bambu). Atas dasar pengetahuan tentang bahan bangunan tersebut, akhirnyatercipta bentuk-bentuk bangunan yang berkaitan dengan sejarah arsitektur.

Arsitektur Tradisional


Arsitektur tradisional merupakan contoh dari arsitektur biologis. Arsitektur inimencerminkan suatu cara kehidupan harmonis, asli, ritmis dan dinamis, terjalin antarakehidupan manusia dan lingkungan sekitar secara keseluruhan. Arsitektur tradisionaldibangun dengan cara yang sama dari generasi ke generasi berikutnya. Arsitektur ini cocokdengan iklim daerah setempat dan masing-masing suku bangsa di Indonesia rupanya telahmemiliki arsitektur tradisional.Bentuk awal rumah bangsa Indonesia pada zaman dulu kiranya masih dapat dilihat didaerah-daerah pedalaman, seperti di Irian Jaya (Papua). Arsitektur yang dimiliki sukuKorowai di Merauke misalnya, meskipun dibangun di atas pohon, tetapi kehidupan dan perencanaan bangunan suku ini selaras dengan alam. Mereka masih menggunakanperalatan dari batu karang dan kayu. Rumah yang dibangun di atas pohon ini paling tidakmenghabiskan waktu 2 tahun untuk penyelesaiannya, dan bisa menampung 4-5 keluarga.Dinding rumah dibuat dari pelepah daun nipah, pohon penghasil sagu. Alas rumah dari kulitkayu balsa yang diserut dengan pisau karang.Bentuk perkampungan dan perumahan di Bali juga mencerminkan suatu carakehidupan harmonis antara manusia dan alam. Bentuk bangunannya disesuaikan denganfungsi dan aktivitas penghuni. Bahan-bahan bangunannya berasal dari bahan alami dandibentuk dengan bantuan konstruksi yang memperhatikan iklim setempat.Ahli biologi dan arsitek Rudolf Doernach kelahiran Stuttgart-Jerman, melihat adakecenderungan dan dorongan kuat, bahwa setiap negara di dunia kini berusahamembangun permahan dan kota masa depan yang memperhatikan masalah penyelamatanlingkungan. Pengotoran udara oleh industri dan kepadatan penduduk di perkotaan, sangatmenghantui banyak negara di dunia. Arsitektur biologis adalah alternatif untukmemperingan kerusakan lingkungan akibat kemajuan teknologi. Disarankan, pembangunanlingkungan harus terdiri dari dinding dan atap hidup yang menyediakan oksida dan energi.Pendidikan arsitektur barat sebenarnya kurang tepat diterapkan di negara-negaraberkembang seperti Indonesia yang memiliki latar belakang kebudayaan berbeda-beda.Karena itu, arsitektur biologis lebih mudah berkembang di Indonesia. Arsitektur baratmodern yang dibangun dengan teknologi tinggi, lebih sering merusak dasar kehidupanmanusia dan lingkungan alamnya.Arsitektur biologis pada dasarnya dibangun dari pembangunan yang bersifat biologisdan berakhir pada pemikiran baru yang lebih mendalam. Dia bersifat ekologis, alternatif dantertuju kepada masa depan dengan kehidupan, pendidikan dan pemukiman yang seimbangdengan alam.

Minggu, 29 November 2015

TUGAS 2, ISU ISU PADA ARSITEKTUR LINGKUNGAN, ARSITEKTUR LINGKUNGAN


ISU-ISU PADA ARSITEKTUR LINGKUNGAN

PENGERTIAN ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN
Pengertian Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaituperencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain parabot dan desain produk.
Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Dalam hidup ini kita di beri kewajiban menuntut ilmu.Ilmu-ilmu yang kita dapat seharusnya di guanakan atau di aplikasikan pada masyarakat dengan baik.Kita sebagai seorang ARSITEK seperti  yang sudah tertulisa di atas di haruskan membuat/mendisain sebuah banguanan yang nyaman bagi penghuni dan lingkuangan sekitar. Namun pada kenyataanya masih ada bangunan yang di buat tidak ramah lingkungan,seperti gedung tinggi berkaca yang bisa menaikan suhu di sekitarnya, penataan kota yang kurang sempurna dengan menghabiskan resapan air yang menyebabkan banjir.


Namun di berbagai tempat pun ada yang sudah memenuhi kedua syarat tadi(nyaman bagi penghuni dan sekitarnya) seperti pada gedung di bawah ini.




Pada bangunan tersesbut kita bisa melihat disain yang sangat menarik, ramah lingkungan, memiliki resapan yang cukup, namun tidak mengurangi fungsi dari gedung / bangunan itu sendiri.
Jadi kita sebagai seorang arsitek harus tetap menjaga keasrian alam yang ada di bumi ini, karena bila kita menjaganya maka akan berdampak baik pada anak dan cucu kita kelak nanti, buatlah desain yang ramah lingkungan , untuk lebih jelasnya berikut pengeruh positif arsitek pada lingkungan yang haru kita penuhi.
Pengaruh posotif pekerjaan arsitek terhadap lingkungan:
1.      Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara  massa bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak hanya manusia tetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu menunjang kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghemat dan mengurangi dampak  – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green design.
2.      Memberikan dampak pada estetika bangunan
3.      Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
4.      Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta
 Contoh :
Taman ismail marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Banyaknya lingkungan hijau di site bangunan tersebut dan pembuatan taman pada atap                         sehingga membuat dampak positif untuk mengurangi dampak global warming.
Sebagai taman hijau kota.Pembuatan the "Artificial Sungai" dibuat sepanjang sisi barat laut situs untuk membantu mengumpulkan air hujan untuk didaur ulang dan mengganti pagar sebagai batas ramah antara taman dan sekitarnya.

(SUMBER: http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.com/2012/10/pengertian-arsitektur-dan-lingkungan.html)

Sabtu, 17 Oktober 2015

TUGAS ARSITEKTUR LINGKUNGAN. ARDIAN TANU WIJAYA(21314499) 2TB02


 PENGALAMAN TENTANG ARSITEKTUR

ini adalah kisah perjalanan karir seorang sarjana arsitektur. Dia mempunyai cita cita menjadi Arsitek Ternama, di Jakarta dan Kaya. Ketika saatnya tiba, dia berjuang keras mewujudkan impiannya untuk masuk jurusan Arsitektur melalui berbagai testing masuk perguruan tinggi. Impian Terwujud, ketia Ia diterima di perguruan tinggi favoritnya. Prestasinya semasa kuliah cukup menonjol, terutama dalam memahami teori teori arsitektur dan studio perancangan. Hingga kurang dari lima tahun, berkat semangat dan bakat yang dimiliknya, ia dinyatakan lulus menjadi ARSITEK, dengan nilai yang sangat memuaskan. dari sinilah kisah keprofesiannya berawal dan dijajal. dengan bangga dia sekarang merasa akan menjadi Arsitek.. AKU SEORANG ARSITEK.

dengan berbekal ijazah barunya, Sang Arsitek muda ini melamar ke berbagai biro konsultan. mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar,.. sayangnya tidak sesuai dengan kuliahnya; sudah hampir setahun menunggu tidak ada satupun lamarannya yang gol,. kebanyakan biro biro tersebut mensyaratkan pengalaman minimal dua tahun tanpa memberi kesempatan untuk menguji kemampuannya "oh,. nasib seorang pemula" pikirnya.. apa yang sebenarnya menjadi hambatan ??? TANYAKEN-APA?.. kurang pengalaman atau kurang koneksi?,... O ya,mungkin ketenaga kerjaan kita memang harus punya KONEKSI (Nepotisme, istilah kerennya)... dari pemikiran itulah, ia akhirnya menghubungi kakak kakak kelasnya yang sudah lebih dulu bekerja,. ternyata benar juga, ada kakak kelas yang bekerja pada biro konsultan yang sedang butuh drafter(tukang gambar)...drafter?? pikirnya,.. "wah,.. sayang ijazahnya dong?..pikirnya,.. tetapi setelah dipikir pikir lagi, daripada nganggur lebih baik dicoba dulu,. berkat rekomendasi kakak kelasnya,. ia mulai bekerja sebagai Drafter dengan gaji pas pasan,... karena semangat dan hhasil kerjanya, setapak demi setapakkarirnya naik menjadi Junior Arsitek meskipun dengan gaji yang naik sedikit di atas Drafter.,.. yang penting saat ini baginya adalah mencari pengalaman kerja, tidak sekedar untuk melamar di tempat lain, tetapi untuk lebih mengenal dunia Profesi Arsitek.. baik pengetahuan keteknikan, kebiroan maupun keorganisasian.

lima tahun sudah ia bekerja pada biro konsultan tersebut,. masih dengan gaji yang pas pasan padahal tanggung jawabnya terus bertambah; dengan proyek mulai rumah tinggal, perkantoran sampai Mall; baik proyek proyek milik swasta maupun gedung gedung milik negara,.namun demikian kewenangannya masih sebatas produksi gambar kerja saja, bwlum diberi kesempatan menuangkan gagasan (ide) dan konsep perancangan,..karena hal itu masih menjadi porsi bos - bos atasannya saja yang notabene rancangannya (desain) sebatas cari selamat, tunduk pada peraturan dan hanya mengekor pada trend mode serta permintaan pemberi tugas,..tidak lebih dari PENJAHIT pakaian,. bukan PERANCANG... memang ada segi positifnya, yakni ilmu detail bangunannya lumayan bertambah,.. tapi apa ya mentok begini terus karirnya? ditinjau dari pengalaman dan pendapatanyya,sepertinya pesimis untuk meningkat.. timbul pertanyaan "apa ya begini nasib arsitek karyawan biro konsultan?" kapan cita cita untuk menjadi Arsitek ternama dan kaya (setidaknya hidup layak) bisa terwujud?... namanya yang tercantum pada gambar kerja ternyata hanyalah formalitas (mengingat ia sudah punya SIBP dan menjadi anggota IAI tentunya).. tapi dari segi proyek yang namanya fee Arsitek bila dihitung pakai standart IAI ataupun Billing rate standart buku birunya Dep. PU cukup lumayan, tapi gaji kok belum bisa dikatakan punya nilai lebih ya? ... TANYAKEN-APA?.. ia belum berani untuk demo protes seperti aksi buruh, karena belum cukup tahu seluk beluk bisnis konsultan dan belum punya bargaining power. yang dia tahu hanya sebatas gambar bestek dan gambar presentasi,. karena semasa kuliah belum pernah ada mata kuliah bisnis konsultan arsitekstur yang mempelajari bisnis manajemen konsultan, ketenagakerjaan,. pemasaran,. tender proyek,. pengelolaan proyek dan peraturan perundangan tentang jasa konstruksi

untunglah kecintaannya pada profesi menjadikannya tetap semangat dan tidak mengurangi kualitas kerja,. Justru dia terpacu untuk terus belajar dan memperkaya pengalaman, pengetahuan dan keterampilan komputerisasi perancangan,. terutama untuk memaksimalkan presentasi rancangannya,.. alhasil, ada saja teman, kerabat maupun kenalan yang memberi pekerjaan perancangan diluar jam kerja (moon lighting istilah kerennya).. lumayan, selain menambah pendapatan,. juga menjadi sarana belajar bisnis pemasaran melalui karya karyanya.. Akhirnya, tibalah saatnya dimana pekerjaan moonlightingnya justru lebih ramai dan menghasilkan pendapatan yang melebihi gajinya... sudah barang tentu,. sebgaai dampaknya dia kehabisan waktu dan tenaga,. karena siang dan malam terus bekerja.. yang ditakutkan bukan saja kesehatannya,. tetapi hasil kerjanya bisa bisa kurang maksimal,.. inilah yang membuka wawasannya untuk mulai berpikir mandiri,dan menciptakan lapangan kerja sendiri,.. bukan semata mata ingin pendapatan lebih tetapi karena profesi ini tidak bisa dilakukan setengah setenagh kalau ingin maksimal,.. artinya,. dia harus memilih antara jadi pegawai atau menjadi arsitek mandiri,.. Sampailah ia pada keputusan nekad untuk mengundurkan diri pada perusahaan dimana ia bekerja dan bergabung dengan teman seprofesi yang menajaknya untuk membentuk studio Arsitek (karena belum bisa disebut sebagai biro konsultan).. kenapa hanya studio?kok tidak langsung sekalian bikin PT / Badan hukum, kan lebih keren?..keputusan ini bukan tanpa alasan, atau takut, tapi ada berbagai pertimbangan yang mendasai,. yaitu,.

1.      ibarat rumah tangga,. perlu waktu berpacaran sebelum menikah,.. artinya,perlu waktu bagi Partnership untuk saling menyesuaikan dan saling mengisi, apakah dengan si Partner bisa bekerja sama dan bersinergi.. disini perlu adanya keterbukaan saling percaya dan seirama dalam bekerja,.. daripada cerai setelah menikah, atau PT bubar jalan
2.      bila menikah menjadi suatu badan hukum,. masing masing punya posisi siapa yang menjadi suami dan siapa yang menjadi istri,. suami adalah pengendali dan pencari proyek,. dan si Istri didapur, mengelola masakan berupa produk-produk jasa perancangan,. itu kalau sudah saling cocok dan mantap
3.      Asset tenaga pasukan dan alat/modal untuk bekerja diibaratkan anak yang kelak akan terus berkembang,. bahkan mewarisi atau menggantikan posisi bila telah tiba waktunya.

Untunglah ,. ia punya partner yang lincah dan pandau "bergaul",. meskipun tidak begitu ahli di "dapur".. mulai proyek rumah tinggal, interior, proyek gedung gedung swasta, rumah ibadah sampai proyek gedung negara yang dibiayai DIP bisa diraih,...caranya? ya win win solution,. artinya semua senang, si peng hubung senang,. pemberi tugas senang,. si penghubung senang,. pengelola proyek senang,. dan yang terutama dapur tetap ngebul walau tidak terlalu tebal,. artinya,ia harus merelakan sebagian feenya untuk biaya win win solution,.. ini hanyalah sedikit pengalaman, satu dari sekian banyak arsitek di negeri ini.